Sunday, 24 July 2016

Keterlambatan | Arief Rachman - 1301059014

Dengan ini saya membuat surat keterlambatan saya kepada Miss Nuri selaku dosen knowledge management mohon maaf  karena saya telat masuk ke kelas pada tanggal 20-07-2016 dikarenakan kesibukan saya diluar kampus untuk membantu orang tua di rumah dan sehingga saya tidur terlalu malam menyebabkan dan kebiasan ini terbawa sampai dengan sekarang pada saat jam kuliah tidak dapat masuk kelas tepat pada waktu nya. berikut  saya berikan tips jitu saya agar dapat mengatur waktu dengan efektif:
1. Tentukan Skala Prioritas
Bagi aktivitas Anda ke dalam 4 bagian. Aktivitas (A) untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya penting dan mendesak. Kerja atau kuliah, misalnya. Kegiatan ini adalah prioritas utama yang tidak boleh ditunda-tunda. Aktivitas (B) untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya penting tapi tidak mendesak. Contohnya menulis. Anda dapat menulis jika Anda sudah selesai kuliah atau kerja. Aktivitas (C) untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya tidak penting tapi mendesak. Menonton bola adalah kegiatan yang sebenarnya tidak terlalu penting tapi mendesak, mengingat jadwalnya yang hanya seminggu sekali. Aktivitas (D) untuk kegiatan-kegiatan yang tidak penting dan juga tidak mendesak. Bermain game adalah salah satu contoh kegiatan yang tidak penting dan tidak mendesak. Lakukanlah kegiatan Anda sesuai dengan skala prioritas. Tingkat kepentingan dan kemendesakan setiap kegiatan tentu berbeda antara pribadi satu dengan pribadi lainnya. Jadi, tentukanlah sendiri dengan bijak.
2. Buat Jadwal Kegiatan
Untuk lebih efektif dan efisien, buatlah jadwal kegiatan. Baik itu jadwal kegiatan bulanan, mingguan apalagi harian. Hal ini bertujuan agar Anda tahu apa yang harus dilakukan dan mana kegiatan yang harus didahulukan. Buatlah jadwal kegiatan pada malam hari sebelum tidur atau pada pagi hari sebelum memulai aktivitas. Catatlah jadwal kegiatan Anda pada aplikasi catatan ponsel atau laptop Anda. Kertas bekas struk pembayaran juga dapat digunakan untuk membuat jadwal kegiatan kemudian disimpan kembali di dompet.
3. Disiplin
Bersikaplah disiplin dan tegas pada diri Anda sendiri. Manfaatnya juga dapat Anda rasakan sendiri. Jangan menunda-nunda kegiatan. Itu hanya akan membuat pekerjaan Anda menumpuk. Mata rantai kebiasaan terlalu mudah untuk kita ciptakan, namun terlalu sulit untuk kita tinggalkan. Ciptakan kebiasaan baik sebagai ganti kebiasaan buruk.
4. Realistis
Jangan menargetkan untuk melakukan seribu kegiatan sementara sumber daya energi, pikiran dan waktu yang Anda punya terbatas adanya. Benar kata Robert Kiyosaki, “ Kita tidak bisa menjadi segalanya untuk semua orang. Seribu teori tidak akan berhasil jika nihil tindakan. Sebaliknya, satu teori saja akan berhasil jika disertai satu tindakan saja. Simple, kan?
5. Kombinasi Kegiatan
Jika Anda dapat melakukan dua atau lebih kegiatan dalam satu waktu itu akan jauh lebih efektif dan efisien. Memasak sambil mendengar audio ceramah atau motivasi. Membaca saat dalam antrian atau kendaraan umum. Menulis jadwal kegiatan saat buang air besar. Pokoknya, pintar-pintarlah mengombinasikan kegiatan selama kegiatan itu memang dapat Anda kombinasikan.
6. Temukan Delegasi
Untuk kegiatan-kegiatan yang prioritasnya bersifat (C) atau (D), dapat Anda delegasikan kepada sekertaris, wali atau teman Anda. Hal itu dilakukan jika Anda benar-benar tidak punya cukup waktu lagi untuk melakukannya. Carilah delegasi yang handal dan terpercaya. Biasanya, delegasi atau sekertaris adalah perempuan cerdas dan menarik. Untuk menghindari skandal negatif, mengapa tidak memperistri sekertaris Anda atau menjadikan istri Anda sebagai sekertaris?


            semoga ini dapat membuat terutama saya dan teman-teman semua dapat lebih tepat waktu dalam masuk kelas, terima kasih atas perhatiannya.

No comments:

Post a Comment